Dimaafkan dalam meneruskan sesuatu yang tidak tidak dimaafkan kalau hendak memulai 
ﻳﻐﺘﻔﺮ‎ ‎ﻓﻲ ﺍﻟدوام ﻣﺎ ﻻ ﻳﻐﺘﻔﺮ ﻓﻲ‎ ‎ﺍﻻﺑﺘﺪﺍﺀ

ﻳﻐﺘﻔﺮ‎ ‎ﻓﻲ ﺍﻟدوام ﻣﺎ ﻻ ﻳﻐﺘﻔﺮ ﻓﻲ‎ ‎ﺍﻻﺑﺘﺪﺍﺀ

✥ ‎Dimaafkan meneruskan hukum yang tidak ada didalamnya sesuatu yang dituntut syara setelah kejadian dan sempurna dari sesuatu tidak dimaafkan kalau hendak memulainya dengan cara yang tidak ada didalamnya sesuatu yang dituntut syara.

>>gampangnya:

Dimaafkan dalam meneruskan tidak dimaafkan dalam memulai.

✥ pernikahan orang orang kafir ketika mereka masuk islam, dulu mereka menikah tidak memakai aturan syara seperti ijab dari wali yang dihadiri 2 saksi, kalau mereka masuk islam itu dimaafkan, karena pernikahan mereka telah ada sebelum masuk islam, tapi kalau si cowok mau memulai nikah lagi (nambah istri), ya harus pake wali dan 2 saksi.
✥ kalau fajar telah keluar sementara 2 pasangan lagi jima, langsung cabut dan puasanya shah, tapi kalau memulai jima setelah keluar fajar..ya bathal puasanya.
✥ idah adalah yang menghilangkan halalnya nikah kalau dipermulaan nikah. Tapi kalau ada idah ditengah tengah nikah tidak menghilangkan halalnya nikah , seperti punya istri fulan diwathi subhat ama tetangga, istri fulan kan kena idah, tapi tetap statusnya masih istri fulan..
✥ kalau mau memulai nikah syarat harus ada ridho dari calon mempelai wanita, tapi kalau udah nikah trus ditholaq, dalam masa idah kalau mau dirujuk ngga disyaratkan ridhonya,
✥kalau mutayamin ketika mau memulai sholat melihat air bathal tayamumnya, tapi kalau ditengah sholat ngga bathal. ✥ dsb

ﻳﻐﺘﻔﺮ ﻓﻲ ﺍﻻﺑﺘﺪﺍﺀ ﻣﺎ ﻻ
ﻳﻐﺘﻔﺮ ﻓﻲ ﺍﻟدوام

Syara memaafkan keaadaan dipermulaan dari sesuatu yang tidak dimanfaatkan dalam keadaan meneruskan dan tetap dalam keadaan itu.

>>gampangnya:
Dimaafkan dalam memulai, tidak dimaafkan dalam meneruskan.

✔ pabila ada salah satu orang tua yang dijadikan budak, maka anaknya boleh membelinya tapi tidak boleh diteruskan dijadikan abid setelah dibelinya.
✔orang yang membelakjakan barang haram, yang lalu biarlah, tapi tidak dimaafkan terus dalam keadaan tsb, tapi kudu berhenti dan bertaubat.

Ada banyak qoidah yang termaktub dalam 2 qoidah ini, kaji kitab Al-Asbah wa Al-Nadhoir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s